Baca Juga

Welcome to Let Us Study.blogspot.com
================================


Senin, 06 Juni 2011

Trik Jepang Dalam Menjalani Program Hemat Energi

[Image: ce629d167596ac91d8afade39d0de3c0.jpg]
 Ada saja cara yang dapat diupayakan dalam rangka penghematan energi. Jepang, salah satu negara yang kini amat gencar mensosialisasikan berbagai langkah hemat energi pada warganya, baru saja menggelar peragaan busana untuk keryawan kantoran yang diklaim dapat menghemat penggunaan engergi pendingin ruangan (AC).

Pemerintah Jepang menyerukan agar para karyawan kantor tidak lagi mengenakan jas tebal dalam upaya menghemat energi terkait menggunakan AC dalam musim panas ini.

Kampanye pemerintah kepada karyawan kantor yang disebut Super Coolbiz ini berisi seruan agar mereka mengenakan baju yang pantas namun nyaman. Dalam situasi khusus, pemerintah bahkan membolehkan pekerja kantor memakai jeans dan juga sandal, meski pada situasi formal tetap menyarankan pekerja berkaus sopan.

Kini Jepang terus mengupayakan berbagai langkah penghematan dan pengelolaan energi untuk mempertahankan suplai listriknya, terutama paska bencana gempa dan tsunami yang "memaksa" Jepang mengevaluasi kembali kinerja pusat-pusat tenaga nuklirnya.

"Kita mengalami kelangkaan listrik, dan pemerintah Jepang meminta penurunan konsumsi sekitar 15 persen," kata mantan menteri lingkungan Jepang Yuriko Koike. Adalah Koike yang pertama kali melontarkan gagasan agar pekerja menggunakan baju nyaman untuk musim panas pada tahun 2005 silam.

"Saat kami mulai tahun 2005, orang-orang mengatakan gagasan itu tidak bermartabat," kata Koike dalam peragaan baju dalam peluncuran kampanye pekan ini.

Mengenai kelangkaan listrik saat ini Menteri Lingkungan Jepang, Jumat (3/6) Ryu Matsumoto, mengatakan, "Kita mengalami kelangkaan listrik, dan pemerintah Jepang meminta penurunan konsumsi sekitar 15 persen.Masalah ini bukan hanya soal bagaimana kita akan melewati musim panas, namun juga titik awal mengubah gaya hidup orang Jepang."
Bulan lalu, pabrik mobil Jepang sepakat agar karyawan bekerja pada hari Sabtu dan Minggu dan mengalihkan hari libur menjadi Kamis dan Jumat untuk menyeimbangkan penggunaan listrik. Langkah itu ditempuh sebagai upaya asosiasi pabrik mobil Jepang dalam upaya "membatasi konsumsi listrik tanpa mengganggu produksi".







Sumber Referensi :
http://suaramerdeka.com



 sekarang telah hadir Let Us Study Versi Mobile untuk Study Holic 

0 komentar:

Posting Komentar