Baca Juga

Welcome to Let Us Study.blogspot.com
================================


Minggu, 30 Oktober 2011

Klub Unik, Klub Istri Patuh Suami di Malaysia




Let Us Study : 


Sekitar empat bulan lalu, ada sebuah inisiatif yang kontroversial dari sekumpulan istri di Malaysia. Berlatar belakang karena kekhawatiran dengan tingginya angka perceraian dan kekerasan rumah tangga di negerinya, para Istri itu berinisiatif membentuk satu komunitas yang dinamainya "Istri Patuh Klub" (The Obedient Wife Club). Konon, klub itu dibentuk dengan tujuan untuk meredam kecenderungan suami-suami di Malaysia untuk ‘nakal’ saat di luar rumah. "Kami hanya ingin mengajarkan para istri untuk menjadi istri yang patuh pada suami," papar Maznah Taufik, salah seorang penggagas Istri Patuh Klub.
Walau latar belakangnya untuk menekan terjadinya kekerasan dan perceraian dalam rumah tangga, namun klub ini dibentuk bukan semata-mata untuk tujuan itu. Klub ini juga diorientasikan untuk menjadi lembaga yang mendidik para istri agar memiliki keterampilan memanjakan suami sesuai dengan ketentuan Islam.
Menurut klub ini, menghibur dan membuat suami merasa nyaman dengannya merupakan kewajiban bagi setiap istri. Mereka juga menilai bahwa terabaikannya kewajiban itu menjadi salah satu penyebab utama mendasar atas munculnya sikap keras, tak betah di rumah atau bahkan penceraian suami atas istrinya.
Kabar terbaru yang datang dari Istri Patuh Klub ini yaitu kini klub itu kembali membuat heboh dengan menerbitkan buku panduan seks Islami. Dalam kata pengantarnya, buku tersebut menuliskan bahwa studi menunjukkan wanita hanya memberi suami mereka 10 % dari apa yang diinginkan pria dari tubuhnya. Karenanya, buku ini dimaksudkan untuk hadir sebagai panduan bagi para istri untuk memberikan ‘pelayanan’ terbaik bagi suaminya. Dalam buku ini juga dimuat satu bab khusus yang membahas bagaimana seks menjadi sebuah ibadah dalam Islam. Namun, buku saku setebal 115 halaman ini sontak menuai reaksi dari banyak Muslim, atau bahkan non-Muslim. Mereka yang Muslim biasanya bereaksi karena klub itu berserta buku yang diterbitkannya bukan merangkum ajaran Islam sebagaimana diklaim oleh klub itu. Adapun para non-Muslim menilainya sebagai suatu langkah yang bias inferioritas jender. Bahkan, Menanggapi buku ini, komunitas yang menamakan dirinya “We do not want sexist nonsense from Global Ikhwan Sdn Bhd” yang dikomandari oleh Matthew Ong angkat suara dengan menyebut Istri Patuh Klub hanya menjadikan wanita sebagai objek seksual. Sehingga, mereka meminta Menteri Wanita, Keluarga dan Pembangunan Komunitas, Datuk Seri Shahrizat Abdul Jalil, untuk melakukan intervensi. Menanggapi hal itu, Shahrizat Abdul Jalil, meminta para pejabat pemerintah untuk memantau klub itu, terutama untuk memastikan tidak akan membuat 'berantakan’ pikiran generasi muda Malaysia. Tapi Shahrizat mengatakan bahwa pemerintah tidak bisa membatasi kegiatan klub, dengan dalih Malaysia adalah negara demokratis.
Yang kontroversi lainnya dari klub itu dan banyak mendapat reaksi keras dari umat Islam atau non-Muslim yaitu karena klub itu disebut-sebut sebagai salah satu penganjur poligami. 





 Penanggung Jawab : 
let-us-study.blogspot.com
http://www.mizan.com

0 komentar:

Posting Komentar