Baca Juga

Welcome to Let Us Study.blogspot.com
================================


Senin, 21 Februari 2011

9 Judul Buku SBY Juga Beredar di Magelang

Magelang - Buku tentang tentang Presiden SBY yang terdiri dari 9 judul, juga beredar di Kabupaten Magelang. Buku-buku tersebut ditemukan di SMP Negeri 3 Muntilan. Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Magelang pun akan menginstruksikan penarikan buku tersebut dari perpustakaan sekolah.

Kepala SMP Negeri 3 Muntilan, Joko Supriyono Senin (21/2/2011) menyatakan sembilan buku tentang SBY itu ditemukan terselip di tengah-tengah 940 judul buku lainnya dari proyek pengadaan buku. Proyek pengadaan buku tersebut dianggarkan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2010. Buku tentang SBY itu ditemukan oleh petugas setelah diperintahkan mengecek buku dari proyek DAK yang diterima.

"Awalnya kami curiga setelah mendengar peredaran buku seperti ini di media. Seperti terjadi di Tegal dan sejumlah daerah lainnya. Kemudian kami minta petugas mengecek satu persatu buku yang sudah diterima dalam proyek DAK. Dan ternyata betul, kami juga ada seperti itu," tegas Joko Supriyono.

Dari pengamatan detikcom sembilan buku tersebut berjudul Jendela Hati, Diplomasi Damai, Merangkai Kata Mengurai Nada, Peduli Kemiskinan, SBY Bintang Lembah Tidar, Adil Tanpa Pandang Bulu, Jalan Panjang Menuju Istana, Indahnya Negeri Tanpa Kekerasan, dan Menata Kembali Kehidupan Bangsa.

Sembilan judul buku itu semua diterbitkan oleh PT Remaja Rosdakarya Bandung. Namun para penulisnya semua berbeda-beda dan diterbitkan pertama kali pada tahun 2009. Kecuali buku yang berjudul SBY Bintang Lembah Tidar diterbitkan pada tahun 2007.

Joko menjelaskan sekolahnya mendapatkan alokasi DAK untuk pengadaan buku tahun 2010. Dalam DAK itu pihaknya mendapatkan sebanyak 940 judul buku dengan jumlah 1.880 eksemplar. Masing-masing judul buku terdiri dari dua eksemplar. Selain buku mata pelajaran, pihaknya juga mendapatkan buku pembelajaran tentang tokoh.
 
Let Us Study
"Buku tentang SBY ini yang sebagian berisi tentang biografi Presiden SBY, mungkin dimaksudkan untuk materi pembelajaran soal tokoh tersebut. Sembilan buku tersebut telah diterima selama bulan Desember 2010 dalam beberapa tahap. Dan sementara tetap akan ditempatkan di perpustakaan sekolah sambil menunggu instruksi dari Dinas Pendidikan," jelas Joko.

Secara pribadi Joko menyatakan terlepas dari kontroversi yang terjadi, semua buku itu bagus untuk dibaca guna menambah ilmu dan pengetahuan. "Saya sudah membaca semuanya bagus. Misalnya saya jadi tahu bahwa Presiden SBY itu pernah 'perang dingin' dengan Megawati Soekarnoputri," ujarnya.

Dari sembilan buku, memang ada satu buku yang menurutnya jika dibaca siswa perlu pendampingan. Buku itu berjudul 'Indahnya Negeri Tanpa Kekerasan', di dalamnya menceritakan konflik Poso, Maluku, dan Teroris.

"Buku tersebut cukup sensitif dan jika tidak hati-hati maka rawan penafsiran yang menimbulkan kebencian pada kelompok tertentu," tegas Joko.

Kepala Seksi Sarana Prasarana Pendidikan Dasar, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Magelang, Kun Istain menjelaskan, bahwa pihaknya justru belum mengetahui adanya penemuan buku tentang Presiden SBY itu.

Namun buru-buru pihaknya langsung meminta sekolah-sekolah yang menemukannya untuk menariknya sambil menunggu insruksi selanjutnya dari dinas.

"Saya malah belum mendengarnya itu. Tapi kalau benar, kami minta pihak sekolah menyimpan dulu. Kalau terlanjur ditaruh perpustakaan tolong segera menariknya dulu. Kami akan menindaklanjuti dulu, jadi tunggu instruksi selanjutnya," tegas Kun Istain.


Sumber Referensi : 

 sekarang telah hadir Let Us Study Versi Mobile untuk Study Holic 

0 komentar:

Poskan Komentar